SUP - SATU PUTARAN YANG HILANG

Author : Pdt Bigman Sirait | Tue, 21 February 2017 - 14:15 | View : 338
pilkada-tulang-bawang-barat-2017-1.jpg

#SUP -- PILKADA usai sudah, tapi Gubernur DKI terpilih belum ada karena tak satupun yang mencapai suara 50 + 1. Basuki Djarot memang teratas, tapi sesuai aturan khusus DKI Pilkada harus memasuki putaran kedua. Harapan satu putaran tak terwujud.  Dari jumlah 6.983.692 peserta Pilkada, tersedia 15.059 TPS. Tingkat pemilih di Jakarta naik jadi sekitar 76%, namun Golput sekitar 24%, atau sekitar 1.668.000 orang, angka ini lebih banyak dari pemilih Agus Silvy. Golput yang cukup tinggi ada di Kebayoran Baru, Sawah Besar, Menteng mencapai 28-30%. Uniknya di Kepulauan Seribu Golputnya justru rendah sekitar 17%, dan hebatnya Basuki Djarot justru menang disini, tanda mereka tak merasakan ada masalah penistaan agama. Ini juga pertanda besarnya tanggungjawab warga terhadap kemajuan demokrasi. Pemberi mandat adalah rakyat, bukan politisi atau demonstran.

Nikmati Menu: #SUP -- AHOK DAN KETAKUTAN

          Mengapa Golput mencapai 24%? Ada beberapa alasan. Pertama adalah kejenuhan warga dan akhirnya lahir sikap apatis terhadap politik. Bahkan bisa jadi kesimpulan masa bodoh dengan alasan saya cuma satu suara saja, tidak berpengaruh. Dalam kenyataannya satu orang bisa jadi satu keluarga. Dan tidak bisa dipungkiri kenyataan bahwa banyak suara semuanya berasal dari satu suara. Ini adalah kenyataan yang menyedihkan yang harus dibuang demi tanggungjawab sebagai anak bangsa. Kedua adalah warga tak masuk dalam daftar pemilih tetap, sehingga memutuskan tak ikut Pilkada. Tak banyak yang punya kesadaran untuk memperjuangkannya hak politiknya sehingga masuk dalam DPT. Padahal DPTb, daftar pemilih tambahan diatur dalam peraturan KPU. Ketiga warga masuk dalam DPT tapi tidak menerima C6, sehingga memutuskan tidak ikut memilih sekalipun dapat memilih dengan membawa KTP asli dan KK asli. Lagi-lagi tak semua memanfaatkannya. Keempat, mereka yang datang ke TPS sekalipun tanpa C6, ada yang bisa ikut memilih, namun tak sedikit yang tak bisa dengan berbagai alasan KPPS, seperti kehabisan kertas suara, atau terlambat karena melewati pukul.13, sekalipun mereka telah hadir lebih awal. Dan pukul.13 adalah batas pendaftaran, bukan batas penggunaan hak suara. Ah, KPUD ada apa dengan sosialisasi dilapangan sehingga melahirkan banyak tafsir yang merugikan warga.

Nikmati Menu: #SUP -- ANAK BANGSA DAN PILKADA

          Tingginya Golput jika dilihat dari lokasinya kemungkinan besar mereka justru memilih berlibur keluar kota dan tak tak ikut memilih, karena Pilkada memang libur resmi. Memang tak mudah mengajak setiap warga punya sikap peduli kepada kondisi sosial politik yang adalah tanggungjawab bersama. Disisi lain ada juga rasa takut yang menghantui akibat demo besar yang dipahami mencekam seperti demo November 411, lalu Desember 212, kemudian Februari 4 harui sebelum Pilkada 112, dan setelah pilkada 212. Banyak orang menduga akan terjadi kerusuhan dan akhirnya memilih meninggalkan Jakarta sekalipun memiliki hak pilih yang sah. Anda pergi, tak ikut memilih, ada yang bahagia karena tercapai tujuannya. Dan yang paling mengerikan adalah jika yang berpergian berpikir akan selesai satu putaran karena euforia acara-acara yang wah dan mewabah hingga keluar negeri. Hasil akhirnya jelas harus masuk dua putaran dan demo sudah mulai lagi. Haruskah sebagai anak bangsa kita merasa terteror. Jawabannya jelas tidak! Sebaliknya tunjukkan kekuatan kita dengan cara yang demokratis dengan pergi ke TPS. Kecuali memang ada yang tidak peduli apa yang akan terjadi bagi negeri tercinta.

Nikmati Menu: #SUP - GUGAT, MENGGUGAT

          Akhirnya, pastikan diri kita semua untuk turut serta ke TPS pada tanggal  19 April 2017. Memberikan suara untuk memilih pemimpin yang terbukti telah berkarya bukan hanya berjanji. Jangan buat rencana liburan sebelum usai pemberian suara. Ada waktu liburan yang menggoda disana, tapi taruhannya lima tahun kedepan. Jangan mudah termakan isu demo demi demo, jangan abai. Bagi yang belum terdaftar segera pastikan ke Kelurahan. Catat nomor telepon pengaduan paslon BaDja jika mengalami hambatan yang kemungkinan besar masih bisa muncul.  

Nikmati Menu: #SUP PANGGUNG AHOK

          Silahkan habiskan #SUP nya dan pastikan 19 April 2017 anda berada di Jakarta dan turut memberikan suara. Hemmm, enaknya SUP, tapi lebih enak lagi jika kita bertemu di Pilkada Jakarta.

Ayo bagi-bagi SUP nya ke sebanyak-banyaknya sahabat, biar semua jadi kuat, sehat, dan tidak lupa ikut Pilkada 19 April 2017 nanti.

See Also

jQuery Slider
Top