Sementara kebanyakan para pemimpin adalah bunglon yang selalu mencari keuntungan dari mayoritas, tanpa peduli pada minoritas yang tertindas. Permainan kata, bahwa tidak ada perbedaan di antara kita, sudah menjadi makanan sehari-hari. Apalagi supremasi hukum, yakni semua sama di depan hukum, nyaris tak bersuara jika sudah bicara soal mayoritas. Bahkan hukum pun diperalat untuk kepentingan sesaat. Dibutuhkan sebuah kedewasaan yang memadai untuk menghargai perbedaan mayoritas dan minoritas. BAGAIMANA PDT. BIGMAN SIRAIT MENYIKAPI ISU TENTANG MINORITAS KRISTEN? SIMAK DALAM REFORMATA EDISI 95